MESUJI – Lagi lagi rusak serta berlobang di pemukiman yang padat penduduk jalan raya Kec. Simpang pematang , menjadi perbincangan hangat bagi pengguna jalan Kabupaten Mesuji Lampung (12/05/24)
Kerusakan sejak Tahun 2022 dimana infrastruktur utama warga selesai di aspal beberapa bulan kemudian mulai mengalami kehancuran hinga saat ini.
Infrastruktur jalan bagi warga merupakan sarana paling penting untuk aktifitas sehari-hari.

Terlihat oleh awak media kerusakan jalan berupa berlubang cukup dalam dan aspal yang terkelupas menimbulkan jalan tersendat karena kendaraan harus melambatkan laju dengan kecepatan antara 5 – 20 km/jam.
Menurut Bonas Lebih menjengkelkan lagi sering terjadi “rebutan” jalur oleh sesama pengendara.tuturnya
Lanjut Bonas bisa lansung di rasakan seperti yang sering terjadi di sekitar Jalur yang bertepatan persis di depan rumah dinas Camat Simpang Pematang katanya
Terlihat Sepanjang jalan dari pasar Simpang Pematang sampai ke Desa Budi Aji jalan banyak berlubang, yang saat ini menjadi penghambat utama masyarakat Mesuji.
Selain depan Rumah Dimas Camat seharusnya jadi keprihatinan masyarakan salah satunya di depan SDN 08 Simpang Pematang.
Terpisah sumber lain Salah seorang warga Simpang Pematang , Andrian (50 tahun) mengatakan dirinya sangat terganggu dengan kondisi seperti ini bahkan merugikan pungkasnya.
Kata andrian “Jelas mengganggu lah. Bahkan sering kali terjadi kecelakaan sebab menghindari lubang, di tambah lagi di malam hari penerangan jalan kurang memadai ” katanya dengan nada kesal.
Selain menghambat kegiatan kerusakan jalan juga menimbulkan kerugian waktu serta kendaraan menjadi berlahan lahan rusak. Terangnya.
Andrian berharap, ada sedikit perhatian dari Pemerintah Daerah. Karena sudah sewajarnya wajah Kota Kabupaten Mesuji menjadi cermin utama untuk bercerita keindahan saat mereka berkunjung atau lewat dari Kabar Mesuji Lampung tutup nya





