GRIBJAYA.XYZ (MESUJI LAMPUNG) Jadi keluhan masyarakat petani, Lapor pak menteri pertanian Dugaan asal jadi infrastruktur irigasi gantung ribuan hektar Keberadaan melintasi di lahan persawahan warga di kecamatan Rawa Jitu Utara Kabupaten Mesuji(18/04/24)

Beberapa Desa bagian Rawa Jitu Utara di Bumi Ragab Begawe Caram sangat dirugikan langsung sejak pembangunan irigasi tidak membawah keuntungan untuk masyarakat bahkan sebaliknya lebih sadisnya lagi ganti rugi lahanpun tidak ada, dan hingga saat ini tak juga kunjung selesai Tegas waryadi Ketua PAC GRIBJAYA RawaJitu Utara
Sumber lain korban Nur Kholis mengatakan Desa Bandar Amon, Kecamatan Rawajitu Utara, menurutnya hingga saat ini sejak dilakukan pembangunan irigasi gantung Tiga Tahun lalu, belum juga dapat di manfaatkan bahkan jelas sangat merugikan masyarakat tegasnya.
Terpisah Rahim menambahkan pembangunan irigasi gantung yang membelah sawah warga itu saat ini justru mengganggu aktifitas petani. Sebab, petani menilai irigasi itu menjadi pagar yang membuat mobilitas petani dari satu titik sawah ke titik lain harus berputar Desa mengangkut hasil pertanian
“Posisi petani rugi, mobilitas alat panen, segala kegiatan yang ada jadi lebih sulit, harus memutar. Bangunannya itu tak ada penjelasan apapun hingga detik ini,” ujarnya.
Warga sekitar, Wagimin, menerangkan masih ada pekerja yang memperbaiki irigasi itu, seperti menambal yang pecah dan membuat kupingan irigasi padahal ini sudah bertahun-tahun terangnya.
Diketahui Kalau irigasi ini beroperasi, Tapi, hampir tiga tahun malah tidak ada kejelasan,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media irigasi gantung dibangun Balai Besar Wilayah Sungai {BBWS}, namun belum mendapatkan respon dari dinas Provinsi bersangkutan.
Masyarakat berharap dugaan penyewengan ini segera di unkap oleh Jaksa Agung dikarenakan tepat dugaan ini program Kementerian Pertanian karena ratusan miliar itu bukan angkat yang sedikit tuntutan masyarakat yang jadi korban.





