MESUJI LAMPUNG Terhambat indonesia emas 2045 dimana Program Badan Gizi Nasional yang menjadi program utama presiden ke 8 Prabowo Subianto tidak diindahkan oleh pelaku program pemerintah yang ditengah tengah masyarakat Kabupaten Mesuji Lampung (20 /01/2026)
Dimana pengelola dapur BGN acuh dan menolak membeli mendukung bahan pangan lokal dalam pemenuhan gizi anak-anak bangsa Indonesia setiap harinya.
makanan yang bergizi wajib di Badan Gizi Nasional (BGN) harus memenuhi standar gizi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Contoh Sayuran:seperti bayam, kangkung, dan wortel Buah-buahan: seperti pisang, apel, dan jeruk,Protein: seperti daging ayam, ikan, dan telur, Karbohidrat:seperti nasi, roti, dan kentang
Susu:sebagai sumber kalsium dan protein
Menurut Weko Makanan-makanan ini harus disajikan dalam porsi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak sekolah wilayah Kabupaten Mesuji
Seharusnya pengawas Pihak berwenang juga menekankan pentingnya menggunakan bahan pangan lokal untuk mendukung ekonomi lokal dalam meningkatkan kualitas gizi terangnya.
Padahan Badan Gizi Nasional (BGN) melarang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membeli kebutuhan dapur di luar wilayah karena beberapa alasan yang tidak bisa dibantahkan mengawal Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
Dalam hal mendukung ekonomi lokal pengawas BGN seharusnya mengingatkan hal penting untuk kelangsungan kemakmuran masyarakat dengan mendukung ekonomi lokal dengan membeli bahan pangan dari petani dan produsen lokal.
Namun, jika bahan pangan tertentu tidak tersedia di wilayah tersebut, BGN memperbolehkan SPPG membeli dari luar wilayah dengan persetujuan dari BGN.
Tetapi keluhan ini datang dari petani lokal, acap kali dimana masyarakat menawarkan produk hasil lokal dalam pemenuhan gizi ke SPPG mereka tolak dengan alasan berbagai macam oleh pengelola dapur Makan Gizi Gratis ucapnya





